PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
           
            E-learning merupakan sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronika. Yang mana salah satu jaringan yang digunakan adalah komputer. E-learning terdiri dari 'e' yang merujuk pada 'electronica' dan 'learning' yang merujuk pada 'pembelajaran'. Sehingga e-learning dapat diartikan menjadi suatu pembelajaran yang memanfaatkan perangkat elektronika.
            Pada perjalanannya, e-learning memanfaatkan jasa video, audio ataupun perangkat komputer atau gabungan dari ketiganya. Dengan kata lain dapat diartikan pembelajaran yang dalam pelaksanaanya digunakan dengan bantuan jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelite atau komputer.
            E-learning dapat juga didefinisikan sebagai kegiatan pembelajaran yang menggunakan jaringan (internet, LAN, WAN) menjadi suatu penyampaian, interaksi, dan fasilitas yang didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya.
            Dengan berkembangnya IPTEK e-learning pun mulai terjadi perkembangan sehingga perlu dikaji dan dilakukan penelitian. Hakikat e-learning adalah bentuk pembelajaran konvensional yang dituangkan dalam format digital melalui teknologi internet. Sistem ini dapat dijalankan dalam pendidikan jarak jauh ataupun pendidikan kovensional. Dengan e-learning pengajar dapat membuat variasi dalam proses pembelajaran. E-learing juga memungkinkan siswa dan pengajar yang jauh maupun tidak memiliki waktu yang tepat, tetap memungkinkan adanya proses pengajaran.
            E-learning dalam arti luas dapat mencakup pembelajaran dengan bantuan media elektronik (internet) yang bisa secara formal maupun informal.
            Jika dikaji lebih dalam E-learning dapat bermanfaat bagi si pendidik dan juga peserta didik. Manfaat E-learning bagi peserta didik diantaranya untuk mengatasi siswa yang:
·         Belajar disekolah terpencil, didaerah pelosok untuk dapat mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak mampu diberikan sekolahnya.
·         Mengikuti program pendidikan dirumah untuk materi atau informasi yang tidak dapay dipelajari dari orang tuanya.
·         Memiliki phobia atau ketakutan tersendiri terhadap sekolah atau siswa yang dirawat , siswa yang putus sekolah untuk dapat mengetahui informasi yang belum diketahuinya.
·         Tidak bersekolah untuk mendapatkan informasi
Manfaat E-learning bagi pendidik antara lain:
·         Lebih memudahkan penyiapan bahan-bahan ajar sesuai dengan tuntuan yang diminta perkembangan keilmuan
·         Pendidik dapat mengontrol kegiatan pembelajaran.
·         Pendidik dapat mengecek soal-soal yang telah diberikan ke peserta didik
·         Pendidik dapat memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya.
·         Pendidik dapat mengembangkan diri atau pun melakukan penelitian yang berguna untuk menambah wawasan pendidik.
            Selain itu E-learning memiliki beberapa fungsi diantaranya suplemen, komplemen dan substitusi. Dikatakan suplemen jika peserta pipik dapat memilih apakah akan menggunakan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Tetapi peserta didik yang memanfaatkannya tentu memiliki pengetahuan yang lebih. Kedua komplemen diartikan apabila materi e-learning diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang dapat diterima siswa untuk pembelajaran disekolah. E-learning didesain untuk menjadi materi enrichment (pengayaan) atau remedial bagi siswa di dalam kegiatan belajar mengajar konvensional. Yang ketiga substitusi, diartikan agar peserta didik dapat mengelola kegiatan pembelajarannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lainnya di setiap harinya.
            Beberapa faktor penting dalam menggunakan e-learning diantaranya: need analysis (analisa kebutuhan), Rancangan pembelajaran, pengembangan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengembangan e-learning berbarengan dengan pengembangan fasilitas IPTEK yang tersedia. Kemudian pengembangan prototype materinya juga perlu dipertimbangkan dan di evaluasi secara terus.
            Dalam implementasi pembelajaran, ada beberapa model penerapan e-learning yang bisa digunakan
·         Selective model
Model ini digunakan jika komputer yang dimiliki sekolah terbatas. Guru harus memilih salah satu alat ataupun media yang tersedia yang dirasakan sesuai untuk meyampaikan bahan ajar.
·         Sequential model
Model inidigunakan jika komputer yang dimiliki sekolah terbatas. Sehingga peserta didik membentuk kelompok kecil secara bergiliran menggunakan komputer untuk mencari informasi tentang pelajaran.
·         Static station model
Model ini digunakan jika komputer yang tersedia disekolah terbatas. Didalam model ini guru memiliki beberapa sumber belajar yang berbeda untuk mencapai tujuan belajar yang sudah ditentukan. Bahan e-learning digunakan oleh siswa dalam bentuk kelompok untuk mendapatkan informasi.
·         Laboratory model
Model ini digunakan jika komputer disekolah dilengkapi dengan jaringan dinternet dimana peserta didik dapat menggunakannnya secara leluasa. Dalam model ini e-learning dapat dimanfaatkan untuk bahan pelajaran.


Permasalahan
1. Dengan e-learning pengajar dapat membuat variasi dalam proses pembelajaran. Tolong jelaskan variasi seperti apa yang dapat diterapkan dalam e-learning serta jelaskan dengan singkat?
2. E-learning dapat juga didefinisikan sebagai kegiatan pembelajaran yang menggunakan jaringan baik internet, LAN, WAN. Tolong jelaskan inti dari jaringan LAN?
3. Dalam Selective model. Guru harus memilih salah satu alat ataupun media yang tersedia yang dirasakan sesuai untuk meyampaikan bahan ajar. Tolong jelaskan media yang bagaimana sehingga dapat memudahkan pembelajaran dengan model e-learning selective model?

Komentar

  1. saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2.
    dimana menurut literatur yang saya baca Jaringan LAN adalah jaringan komputer yang mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil.
    Pada jaringan LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai. Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka jaringan LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :

    1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
    2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
    3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi

    Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.
    sehingga dengan adanya jaringan LAN ini dapat membantu melancarkan proses pembelajaran

    BalasHapus
  2. Saya akan membantu menjawab permaslahan no 3
    E-learning bukan sekadar bermain dan berselancar di dunia maya, klik sana-sini untuk pindah dari satu situs ke situs lain, men-download, berlatih, mencerna, menjawab pertanyaan, menemukan, dan menyebabkan dirinya berubah, menjadi lebih cerdas, menjadi dapat belajar lebih banyak lagi.

    Banyak para ahli yang mendefinisikan e-learning sesuai sudut pandangnya. Karena e-learning kepanjangan dari elektronik learning ada yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pembelajaran yang memanfaatkan teknologi elektronik (radio, televisi, film, komputer, internet, dll). Jadi guru dapat menggunakan media seperti radio, televisi, dan film

    BalasHapus
  3. disini saya akan menjawab permasalahan ke 1. untuk variasi dalam pembelajaran dengan e-learning tentu banyak sekali, seperti yang kita ketahui bahwa e-learning mengacu pada penggunaan teknologi elektronik, baik itu online maupun offline. untuk variasinya sendiri di dasarkan pada kesesuain materi ajar dengan apa yang ingin di sampaikan, selain itu juga kondisi yang memadai juga mempengaruhi pilihan penggunaan e-learning yang dipakai. selain dalam bahan ajar, tentu proses pembelajaran dengan e-learning menjadi suatu pilihan variasi yang baik digunakan.

    BalasHapus

Posting Komentar