Pertemuan 3: Teori Pemprosesan Informasi
Berbantuan Media
Multimedia
merupakan suatu kombinasi dari tiga elemen suatu desain pesan yaitu gambar,
suara, dan teks.
Dalam
suatu konteks desain pesan multimedia instruksional, ada beberapa teori yang berbeda.
Teori pertama, teori yang memfokuskan terhadap pentingnya suatu upaya untuk
dapat meningkatkan daya tarik desain pesan yang menyebabkan perbesararan efek
perhatian. Teori kedua, teori yang berfokus pada perangkapan elemen desain pesan
agar mampu memperbesar peluang dicapainya suatu pemahaman. Teori yang nomor
tiga, teori ini memfokuskan suatu pemrosesan dan kapasitas memori kerja yang
mengakibatkan diperolehnya suatu hasil belajar yang efektif.
Encoding
adalah suatu pemrosesan informasi untuk memindahkan informasi dari memori yang
jangka pendek ke dalam memori jangka panjang. Sementara, penyimpanan informasi
dalam memori jangka panjang tidak ada gunanya, hal tersebut dapat berguna jika
ditemukan cara untuk dapat mengaktifkan dan memanggil kembali informasi
tersebut. Pemrosesan informasi menjelaskan
bagaimana cara untuk dapat mengumpulkan/menerima stimuli yang berasal dari
lingkungan, mengorganisir data, memecahkan permasalah, membangun konsep,
dan menggunakan simbol visual dan verbal. Faktor stimulus merupakan
karakteristik dari elemen-elemen desain pesan contoh ilustrasi, ukuran, teks, narasi,
animasi, warna, video serta musik.
Suatu
proses penyampaian informasi dengan multimedia yang bagus akan bergantung pada
pemahaman akan suatu makna yang dilekatkan oleh stimulus elemen-elemen pesan tersebut.
Proses tersebut akan digambarkan dibawah ini
Untuk
dapat memahami proses penyampaian informasi dengan multimedia perlu dipahami
lebih lanjut mengenai apa itu media pengantar, desain pesan, dan juga kemampuan
sensorik. Media pengantar menjelaskan mengenai sistem yang dipakai untuk bisa
menyajikan informasi, sebagai contoh media berbasis media cetakan ataupun
komputer. Desain pesan menjelaskan tentang bentuk yang dipakai untuk menyajikan
suatu informasi, sebagai contoh penggunaan teks audio atau animasi. Kemampuan
sensorik menjelaskan mengenai jalur pemrosesan informasi yang digunakan untuk
dapat memproses informasi yang didapatkan, sebagai contoh dalam hal ini proses
penerimaan informasi visual.
Pada
pendekatan pemrosesan informasi terdapat 3 karakter yang utama yang antara lain
:
1. Proses
Berpikir
Berpikir merupakan
bentuk pemrosesan informasi, dimana pada saat anak merasakan, kemudian
melakukan penyandian, representasi terhadap informasi, dan penyimpanan suatu
informasi, proses yang dilalui ini yang dinamakan proses berpikir.
2. Mekanisme
Pengubah
Fokus utama
dari langkah pemrosesan informasi adalah ketika peran mekanisme pengubah dalam
perkembangan. Ada empat mekanisme yang bekerja untuk menciptakan
perubahan dalam ketrampilan kognitif anak:
a.
Encoding (penyandian)
Proses masuknya
informasi ke dalam memori disebut sebagai encoding. Informasi dipilih dengan
selektif, sehingga dalam proses ini menyandikan informasi yang tepat dengan
mengabaikan informasi yang tidak tepat merupakan aspek utama dalam problem
solving. Namun pada proses encoding, anak memerlukan usaha dan waktu untuk
melatih encoding ini, agar siswa mampu menyandi secara otomatis.
b.
Otomatisasi
Kemampuan untuk
memproses informasi dengan sedikit usaha atau tanpa usaha sama sekali inilah
yang dinamakan otomatisasi. Peristiwa ini dipengaruhi oleh pertambahan usia dan
pengalaman individu yang mengakibatkan dalam memroses informasi dengan otomatis.
c.
Konstruksi Strategi
Penemuan suatu
prosedur baru dalam memroses informasi disebut dengan konsruksi strategi. Anak perlu
menyandikan inti dari informasi yang didapat untuk suatu masalah dan menghubungkan
informasi yang didapat dengan pengetahuan yang telah diketahui yang relevan untuk
pemecahan masalah tersebut.
d.
Generalisasi
Pada generalisasi
ini, kemampuan anak dalam memanfaatkan konstruksi strategi pada permasalahan
lain yang didapat. Memanfaatkannya melalui proses transfer, yaitu suatu proses
pada ketika anak mengaplikasikan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimilikinya
untuk memecahkan masalah baru yang didapatkan.
3.
Modifikasi diri
Modifikasi
diri pada pemrosesan informasi ini secara mendalam berada dalam metakognisi,
yang memiliki kognisi atau kognisi atau mengetahui tentang mengetahui, yang mana di
dalamnya terdapat pengetahuan kognitif dengan aktifitas kognitif.
Permasalahan
1.
Coba jelaskan dengan pendapat anda terhadap seberapa besar peran multimedia
dalam pemrosesan informasi?
2.
Jelaskan bagaimanakah proses pengelohan informasi agar informasi tersebut tetap
tersimpan pada ingatan jangka panjang kita?
3.
Pada tahap otomatisasi dipengaruhi oleh pertambahan usia dan pengalaman
individu yang mengakibatkan dalam memroses informasi dengan otomatis. Bagaimana
pengaruh petambahan usia pada masa tua apakah otomatisasi ini tetap berlangsung
atau tidak tolong jelaskan dengan singkat?
Saya mencoba menjawab permasalahan nomor 2.
BalasHapusMemori jangka panjang diasumsikan:
1) berisi semua pengetahuan yang telah dimiliki oleh individu,
2) mempunyai kapasitas tidak terbatas, dan
3) bahwa sekali informasi disimpan di dalam long term memory, ia tidak akan pernah terhapus atau hilang. Sedangkan lupa adalah proses gagalnya memunculkan kembali informasi yang diperlukan.
Proses penyimpanan informasi merupakan proses mengasimilisasikan pengetahuan baru pada pengetahuan yang telah dimiliki, yang selanjutnya berfungsi sebagai dasar pengetahuan, dalam hal ini akan tersimpan pada memori jangka panjang.
Saya akan menjwab pertanyaan nomor 1
BalasHapusMultimedia adalah alat yang sangat efektif dalam tahap pertama dari proses asimilasi ganda, yaitu pengenalan a konsep. Dalam tahap threshold pembelajaran ini kita dapat mengartikan sebagai inisiasi belajar apa pun yang berwujud atau konsep atau proses tidak berwujud. Proses stratifikasi dimulai dari kelas virtual. Jika konsepnya sederhana, proses stratifikasi juga sangat singkat. Setelah selesainya proses stratifikasi, masing-masing strata siap untuk menerima fragmen informasi yang kita sebut sebagai pengodean jumlah informasi. Konsep akomodasi oleh Piaget sangat signifikan di sini. Akhirnya strategi stabilisasi informasi terwujud.
Saya akan menjawab permasalahan ketiga.
BalasHapusIya, pada usia tua juga mengalami otomatisasi. Tetapi tidak seefektif dan sebaik umur yang masih muda. Ini dikarenakan banyaknya perubahan mekanisme dalam tubuh yang berubah dan fungsional kerja dari mekanisme tubuh pun menurun. Sehingga untuk memproses informasi dengan baik masih bisa. Namun kurang efisien.