POSTINGAN 7 Media pembelajaran kimia revolusi industri 4.0     
            Tidak mampu dipungkiri lagi, dengan canggihnya teknologi yang sedang berkembang sekarang ini mau tidak mau, suka tidak suka membawa pengaruh yang signifikan di berbagai sektor kehidupan. Salah satu topik yang menarik untuk diperbicangkan adalah terkait revolusi industri 4.0 dengan sistem pendidikan di Indonesia, sesuai arahan MENRISTEKDIKTI terkait akibat adanya industri 4.0 yakni adanya ‘digitalisasi sistem’, akan menyebabkan baik para mahasiswa maupun dosen untuk bisa dengan cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Sistem pembelajaran yang awalnya berlangsung dengan adanya tatap muka secara langsung di ruang kelas, bukan tidak mungkin akan mampu diubah dengan sistem pembelajaran yang memanfaatkan adanya jaringan internet. Adanya perubahan terjadi juga mempunyai analisis risk-benefit, di mana kelebihan yang mampu dirasakan diantaranya mahasiswa mampu belajar dan  bisa mengakses bahan ajar tanpa harus hadir di ruang kelas, hal ini juga dapat menjadi kelebihan untuk peserta didik yang mengalami kendala dalam hal jarak dan finansial.
            Dengan adanya kelebihan, ada pula masalah yang dihasilkan dari hal ini diantaranya ialah PTN/PTS dituntut untuk mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dalam bersaing baik dalam skala nasional maupun internasional.
            Dengan adanya perkembangan teknologi era revolusi industri 4.0 sangat mempengaruhi terhadap pekerjaan yang ada saat ini, yang mana ketrampilan dan kompetensi merupakan hal yang paling pokok yang perlu diperhatikan. Di era revolusi industri 4.0 integrasi pemanfaatan teknologi serta internet yang begitu canggih dan masif menyebabkan adanya pengaruh terhadap perubahan prilaku di dunia usaha serta dunia industri yang ada, prilaku masyarakat dan juga konsumen pada umumnya.
            Revolusi Industri 4.0 memiliki ciri kreativitas, leadership (kepemimpinan) serta entrepreneurship (kewirausahaan) yang mengubah "mindset" cara bekerja revolusi industri sebelumnya. Dengan adanya ciri efisiensi pada komunikasi dan transportasi serta mengajarkan kepada khalayak umum untuk mampu menyelesaikan permasalahan dengan sistem "one stop shopping" ataupun "one stop solution" dibutuhkan atmosfir dunia usaha yang lepas dari lilitan dan hambatan birokrasi  dan itu tidak hanya menyangkit tentang cara bekerja namun juga mentalitas pegawai dan tenaga kerjanya. Dan pada gilirannya output revolusi ini banyak mendatangkan keuntungan dan kesejahteraan misalnya harga barang murah dan kesehatan yang semakin terjamin bukan malah menambah beban ekonomi masyarakat dan memperbanyak pengangguran diberbagai sektor.
Permasalahan
1. Menurut anda apa yang harus kita lakukan bagi seorang calon guru untuk menghadapi adanya era revolusi industri 4.0?
2. Menurut anda apa yang harus dipersipkan untuk menghadapi adanya era revolusi industri 4.0?
3. Menurut anda apakah ada orang-orang yang tidak terpengaruh dengan adanya revolusi industri 4.0 ini?

Komentar

  1. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 2.
    Revolusi Industri 4.0. Di mana Revolusi 1.0 berpusat pada mekanisasi mesin-mesin. Berikutnya adalah revolusi yang ditopang dengan adanya tenaga listrik. Sementara Revolusi 3.0 mengandalkan elektronik dan teknologi informasi untuk mengotomatisasi produksi. Sehingga generasi muda harus sudah siap dalam menghadapi revolusi industri 4.0 tersebut.Dalam Revolusi Industri 4.0, kita akan menghadapi suatu era di mana penggunaan sistem yang berbasis siber-fisikal menjadi kuncinya.saat ini sedang memasuki era di mana perubahan berlangsung sangat cepat. Kata kuncinya ada lima yakni change, speed, risk, complexity, dan surprise. Teknologi bergerak sangat maju dan melahirkan permasalahan-permasalahan sekaligus peluang-peluang baru.

    BalasHapus
  2. saya akan mencoba menjawab permasalahan ke-1
    menurut saya sbelum seorang guru mempersiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0 calon guru ini harus paham terlebih dahulu apa itu revolusi industri 4.0.
    Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, Internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif.

    Industri 4.0 menghasilkan "pabrik cerdas". Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat Internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Lewat komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai.[

    BalasHapus
  3. baiklah saya akan membahas permasalahn anda yang ke 3

    Pemerintah telah membuat peta jalan atau roadmap untuk mendorong revolusi industri 4.0. Revolusi industri ini diharapkan mampu memacu industri unggulan dalam negeri dan berdaya saing global.

    Lantas, apa imbasnya ke masyarakat dengan adanya industri 4.0 ini?

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan revolusi industri 4.0 ini sejatinya mengacu pada teknologi digital seperti internet. Industri dalam negeri yang ada diharapkan dapat memanfaatkan hal itu.

    Dengan penerapan revolusi berbasis teknologi digital di industri ini, nantinya masyarakat dapat menggunakan produk hasil industri yang kian maju.

    "Saat ini masyarakat mulai bisa mengontrol home appliances peralatan rumah tangga dengan smartphone," kata Airlangga di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

    Baca juga: Ekonomi Digital Berkontribusi Rp 2.000 Triliun ke RI di 2025


    Airlangga mengatakan, dengan Industri 4.0 ini nantinya penggunaan masyarakat terhadap produk-produk berbasis teknologi akan semakin bertambah.

    "Masyarakat sudah mulai biasa melakukan interaksi antara mesin di rumah dengan smartphone, bahkan di beberapa rumah, smartphone bisa untuk CCTV, yang pakai solar sel bisa mengkontrol setiap hari bisa listrik yang diproduksi solar panel berapa. Nah ini ke depan ini semakin intens," katanya.

    Lebih lanjut Airlangga mengatakan saat ini beberapa negara juga sedang menerapkan industri 4.0. Indonesia yang sudah memiliki peta jalan industri ini diharapkan mampu menyusul negara-negara lainnya.

    "Ini kita dorong keuntungan negara lain masih diawal, Jerman baru tiga tahun, Amerika baru mulai, Jepang sudah advance dari kita, Thailand, Singapura, Malaysia mempersiapkan. Jadi dengan Indonesia punya roadmap, kita bisa loncat," katanya.

    BalasHapus

Posting Komentar